Jumat, 28 Desember 2012

NEW YEAR: A NEW YOU..




Tubuh kita adalah mesin yang penuh dengan keajaiban. Bayangkan. Tanpa kita sadari atau bahkan tanpa perlu kita perintahkan, ia dapat bekerja sendiri. Jantung berdetak, pembuluh-pembuluh darah mengalirkan darah, paru-paru menghirup udara, sistem pencernaan kita mencerna makanan dan mengubahnya jadi energi, dan sebagainya. Bayangkan. Seandainya tubuh kita hanya bekerja jika kita harus memerintahkannya, mungkin kita takkan punya waktu untuk belajar, bersekolah, bermain, bekerja, apalagi fesbukan! ^^ Habis.. waktu kita sudah tersita untuk memerintahkan organ-organ tubuh kita agar bekerja dengan tepat. Jika tidak, bisa megap-megap kita karena anggota-anggota tubuh kita tidak mau bekerja dengan baik.

Salah satu keajaiban tubuh adalah, ia bisa membuang apa-apa yang tidak diperlukan olehnya. Itulah pentingnya saluran pencernaan, atau 'urusan belakang', yang terus terang saja seringkali membuat kita malu. Tapi gimana.. jika kita tidak melakukan panggilan alam tersebut, seluruh tubuh rasanya panas dingin nggak keruan! Apalagi dengan gaya hidup yang menuntut serba cepat, makanan-makanan yang kurang sehat dan berserat seperti sekarang ini, tubuh kita seringkali mengalami kesusahan untuk beradaptasi dalam hal 'urusan belakang'.

Kebayang nggak sih, kalo kamu nggak bisa ke belakang selama seminggu? Duuhh.. pasti mama sudah repot deh kasih makan sayur yang berserat tinggi, kasih minum minuman berserat yang katanya bisa melancarkan urusan belakang, bahkan mungkin memaksamu minum obat ini itu supaya urusan belakangmu lancar. Jika tidak... ampuuuunnn.. gak enak banget deh rasanya perutmu!

Hal yang sama juga berlaku dalam jiwa kita. Sayangnya, entah mengapa batin kita tidak dilengkapi dengan sistem yang bisa membuang sendiri hal-hal yang tidak penting di dalamnya seperti sistem pencernaan dalam tubuh. Jadi, semua tergantung dari keinginan kita. Kita bisa memilih untuk membuang racun-racun negatif dalam hati kita, atau menyimpannya sebagai sesuatu yang 'penting'.

Jujur saja. Jika seseorang menyakitimu, apa bisa kamu langsung memaafkannya? Mungkin bisa. Tapi nanti, setelah melewati hari-hari penuh kemarahan dan keinginan untuk membalas. Jika ada orang melemahkanmu, apa kamu bisa tetap kuat? Mungkin. Tapi nanti, setelah kamu menangis dan membuat orang lain mendukungmu dengan iba. Jika seseorang mencelamu, apa kamu bisa memertahankan citra diri yang kuat dan tetap positif? Mungkin bisa. Tapi setelah melalui serangkaian proses yang panjang dan sedikit melelahkan.

Sejujurnya, kita seringkali memilih untuk menyimpan banyak hal buruk dalam jiwa kita. Kenangan pahit, celaan seseorang, pengalaman dipermalukan, orang-orang yang mengecewakan, kekasih yang berkhianat, atau sohib yang menjelekkan nama kita di belakang (Duuhh.. daftarnya masih panjang nihhh...). Semua itu mungkin masuk dalam black listmu. Tapi entah mengapa, walaupun sudah black list, tetaaaaap saja kamu membawanya ke mana-mana. Sebetulnya kamu tak perlu melakukannya, tapi toh kamu merasa perlu melakukannya untuk menghukum mereka. Padahal kenyataannya, jika balas dendam terasa manis, mengapa akibat yang ditimbulkannya terasa begitu pahit?

Friends, jika kamu masih menyimpan sesuatu yang negatif dalam hatimu (baik pikiran atau perasaanmu), mungkin sekaranglah saatnya untuk melepaskan semua itu. Tahun yang lama akan segera berlalu, demikian jugalah seharusnya dengan semua yang lama yang telah bercokol dalam jiwa kita. Bukankah kita selalu memilih yang baru? (Baju baru, sepatu baru, tas baru, atau mungkin pacar baru -- selalu masuk daftar/ Bucket List kita setiap ada event tertentu!). Biarlah hati kita pun dibaharui agar kita punya lebih banyak tempat tersisa untuk menikmati setiap berkat dan keindahan yang ditawarkan oleh kehidupan.

Kebayang nggak kalo lemarimu berisi pakaian dan semua barang-barangmu sejak kamu masih bayi hingga sekarang? Pasti kamu akan membuangnya karena kamu merasa barang-barang itu nggak berguna. Kamu sudah bertumbuh besar sekarang, jadi kamu perlu terus memperbarui isi lemarimu. Paling nggak demikianlah pendapatmu kalo lagi musim sale, bukan? :) Kalo barang-barang kamu dimasukkan semua dalam satu lemari, kamu jadi nggak bisa menaruh barang-barang baru lainnya yang baru kamu beli dan yang akan kamu beli nanti.. Menyebalkan, bukan?

Demikian juga dengan lemari/ tempat penyimpanan dalam hati kita. Jika kamu terus saja menumpukkan barang-barang yang tidak berguna ke dalamnya, bagaimana kamu bisa mendapatkan hal-hal yang menyenangkan dalam hidupmu? Hatimu sudah penuh. Omongan orang sedikit saja bisa bikin hatimu sesak. Selisih pendapat sedikit saja sudah mematahkan hatimu. Bahkan sedikit kritik saja bisa menghancurkan hidupmu! Kenapa? Karena hatimu terlalu penuh untuk menerima kerasnya kenyataan hidup!

Saya juga tidak tahu mengapa Tuhan tidak memperlengkapi jiwa kita dengan sistem pembuangan secara alami. Mungkin karena Dia ingin kita sendiri yang mengolah pengalaman buruk kita. Mungkin Dia ingin kita belajar banyak dari hal-hal tersebut. Dan Dia ingin membentuk kita jadi pribadi-pribadi yang berkualitas melalui segala hal yang sepertinya buruk tersebut. Kamu bisa jadi kamu yang sekarang ini, antara lain karena segala peristiwa buruk dalam hidupmu, lohh..

Mengawali tahun yang baru ini, biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. Yang lama biarlah berlalu, yang baru sudah datang. Jadikan hari-hari dalam tahun mendatang lebih istimewa karena kamu tidak perlu lagi menoleh ke belakang dan terjebak dalam kenangan buruk di sana.. Percayalah, banyak kejutan istimewa menantimu di depan sana, teman!

Selamat tahun baru..2013

Thank's to my friend's .
..,lupakan semua masalah, kita awali tahun 2013 dengan buku catatan yg bersih (baru)
.., iklas kan semua rsa skit hati d tahun ini.,coz pasti ada balasan.a

Jumat, 30 November 2012

New Story

Dalam sini ku sengaja memasukan 2 cerita yang berbeda

 

 

First Love


Sekali-sekali
Kamu berada di pikiran ku
Aku berpikir tentang hari-hari yang kita miliki
Dan aku bermimpi bahwa semua akan kembali padaku
Kalau saja kamu tahu setiap saat dalam waktu
Tidak ada yang terjadi dalam hatiku
Sama seperti kenangan mu
Bagaimana aku inginkan di sini untuk bersama mu
Sekali lagi

Kamu akan selalu menjadi satu
Dan kamu harus tahu
Bagaimana aku berharap aku bisa tidak pernah membiarkan mu pergi
Datang ke dalam hidup ku lagi
Oh, jangan mengatakan tidak
Kamu akan selalu menjadi satu dalam hidup ku
Jadi benar, aku percaya aku tidak pernah dapat menemukan
Seseorang seperti mu
Cinta pertama ku

Sesekali
Kamu berada dalam mimpiku
Aku bisa merasakan kehangatan pelukan mu
Dan aku berdoa bahwa itu semua akan kembali padaku
Kalau saja kamu tahu setiap saat dalam waktu
Tidak ada yang terjadi dalam hatiku
Sama seperti kenangan mu
Dan bagaimana aku inginkan di sini untuk bersama mu
sekali lagi
ya ?

Kamu akan selalu berada di dalam hatiku
Dan kamu harus tahu
Bagaimana aku berharap aku tidak pernah bisa membiarkan kamu pergi
Datang ke dalam hidup ku lagi
Tolong jangan mengatakan tidak
Sekarang dan selamanya kamu masih satu
Dalam hatiku
Jadi benar, aku percaya aku tidak pernah bisa menemukan
Seseorang seperti kamu
Cinta pertamaku !

Si Pendiam Dari Pojok Ruangan

          Kelas Sastra Indonesia, aku duduk di bangku pojok belakang sebelah kiri, paling belakang dan hanya duduk sendiri. Selalu setiap hari batang hidung ku terlihat disitu. Di samping jendela kusam yang selalu memantulkan raut wajah ku yang hanya terdiam karena sebuah keadaan. Aku mengais waktu dan cita cita di bangku lipat stainless yang selalu menopang berat tubuh ku berhari hari, bahkan setiap hari.

         Hari ini terlihat semua nya terasa seperti hari hari biasa nya, tidak ada yang istimewa sama sekali. Aku termenung menunggu Dosen yang belum kunjung datang. Tidak seperti ini biasa nya.
Kedua tangan ku bersamaan menopang dagu yang aku tindihkan diatas nya. Sesekali aku melihat ke jendela luar, melihat sekeliling tumbuhan hijau yang ada disekitar ruang kelas ku. Banyak sekali kehidupan disana, bunga bunga yang indah pun banyak yang bermekaran. Mungkin karena ini sudah memulai musim penghujan.

         Teman teman sekitar ku mungkin sudah jenuh melihat ku yang tidak pernah menyapa nya, Maaf aku memang seperti ini.
Aku memang tidak seperti orang orang lain nya, yang kebanyakan dari mereka banyak menghabiskan waktu dengan berkumpul bercerita dengan teman teman sebaya. Sesekali teman dari bangku sebelah ku mengajak ku berbicara, hanya sekedar menanyakan segelintir hal.

         Aku merasa bahagia, bisa hidup sendiri seperti ini di kota orang, Aku bahagia sekali.
Entah lah, rasa nya sendiri membuat ku merasa lebih nyaman.
Tiba tiba ada menghentakkan ku dari belakang, dia memukul ku dengan tangan nya yang sedikit pipih. Dan rasa nya panas sekali.

          Apa apa an kau ini ? jawabku menggerutu,
          Kamu sihh hanya diam saja semenjak aku mengenal mu. Apa yang sedang terjadi ?
          Aku tidak apa apa kok, ya seperti ini lah aku. jawabku dengan sedikit senyum palsu.
          Ahh.. kamu ini Dan. Aku boleh tanya sesuatu ?
          Boleh, Apa yang ingin kamu tanyakan ? jawabku sambil mengangkat dagu.
          Apa kamu punya seorang kekasih ? mungkin ?
          Apa yang membuat mu bertanya seperti itu ? jawabku dengan nada rendah.
          Apakah dia jauh dari mu Dan ?
          Iya, aku mempunyai seorang kekasih, dan dia memang jauh dari ku.
          Lantas apa ini yang membuat mu selalu seperti ini terhadap kami ?
          Berdiam diri seolah olah kami hanya lah patung untuk mu Dan ?
          Tidak, Aku memang seperti ini. Maaf !

Lantas dia pergi, aku tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan sehingga dia betanya seperti itu terhadap ku. Apa mungkin aku yang jauh berbeda diantara mereka ? sehingga aku tidak mampu mengungkapkan siapa diriku untuk mereka ketahui ? mungkin.

Aku memanggil nya dengan perlahan,

         Reno ? Tunggu ?
         Ada apa Dan ?
         Mau kah kamu mendengar sedikit ceritaku ?
         Agar banyak orang yang tidak menganggap ku Si Pendiam dari Pojok Ruangan ?
        
Dia memang baik, dia juga teman yang sering mencoba mengajak ku bicara.
Mungkin sedikit cerita dengan nya membuat sedikit lega apa yang menjadi pertanyaan teman teman terhadapku.

        Aku seperti ini, aku memang sebenar nya tidak merasa hidup Ren disini.
        Seolah olah aku seperti mayat hidup yang tidak tahu arah tujuan ku.
        Lantas apa yang membuat mu seperti ini ?
        Entah lah, Aku merasa berdosa kepada seseorang.
        Siapa dia ? Apakah dia satu dari keluarga mu ?
        Bukan, dia Bukan keluarga ku.
        Lantas ?
        Dia kekasih ku sendiri.
       Apa yang membuat mu merasa demikian ?
       Aku salah terhadap nya, seharus nya aku selalu ada disamping dia disaat kapan pun.
       Seharus nya aku mencoba hadir disetiap nafas yang dia hembuskan
       Dengan bisa menatap nya setiap waktu.
      Aku kasihan sama Dia Ren,
      Seharus nya di masa masa saat ini dia tidak merasakan hubungan seperti ini.
      Aku tahu mungkin dia menderita karena hubungan ini.
      Di saat semua teman teman nya bisa jalan berdua dengan kekasih, tapi.
      Dia hanya berdiam diri di rumah.
      Selalu menanti kedatangan ku, dan membuang jauh jauh rasa keinginan nya
      Seperti teman teman sebaya nya.
      Aku memang salah, itu yang membuat ku selalu seperti ini.

Aku hanya termenung melihat keluar jendela, dan Reno pun hanya diam seolah olah tidak ingin menggangguku. dia lantas pergi meninggalkan ku dengan sedikit alasan.
Mungkin bagi nya tidak ada jawaban yang mampu dia berikan jika dia di posisiku sekarang, mungkin.
Lantas apa yang harus aku perbuat Tuhan ? Aku mencintai nya dengan hati, tetapi aku juga tidak mampu melihat nya seperti ini. Aku takut dia mulai lelah menunggu ku, Aku takut dia pelan pelan pergi dari hidup ku, Tuhan tolong bantu Aku !



Untuk Kamu Seseorang Jauh Disana
Semoga Kamu Tidak Pernah
Bosan Menunggu Kedatangan ku Berjam Jam Bahklan Berhari Hari !
Aku Tahu Ini
Terasa Berat dan Sulit Untuk mu
Tetapi Aku Memang Benar Benar Mencintai mu
Mau kah Kamu Menunggu ku Sayang ?
Sampai Tiba Waktu nya
Dimana Kita Bisa Banyak Menghabiskan Waktu Berdua ?